Bimbingan Konseling

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Di Lingkungan SMPN 30 Tebo Dimasa
Pandemi Covid 19 Tahun Pelajaran 2020/2021

Oleh : Chrisna Diatwika Subandi, S.Pd

Covid 19 saat ini menjadi pandemi yang serius di seluruh penjuru dunia. Pencegahan meluasnya
virus corona kini telah menjadi prioritas utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Segala kegiatan
yang mengundang kerumunan, keramaian dan interaksi secara langsung sudah mulai dilarang oleh
pemerintah, tidak terkecuali kegiatan belajar mengajar. Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social
distancing atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk
meminimalkan persebaran Covid-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim
merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring. Padahal, interaksi guru
dan siswa dalam proses pembelajaran sangatlah penting hal ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan
proses belajar siswa. Dengan adanya proses pembelajaran daring sesuai intruksi mentri pendidikan,
maka guru harus benar benar memerhatikan belajar siswa yang dilakukan secara online. Hal ini menjadi
PR serius untuk guru BK agar tetap memotivasi anak didik untuk tetap belajar dirumah dalam masa
pandemi.

Lokasi SMPN 30 Tebo sekarang termasuk dalam zona kuning sehingga mengharuskan kegiatan
belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh (PJJ). Adapun cara melakukan pembelajaran jarak jauh di
SMPN 30 Tebo yaitu menggunakan metode daring dan luring. Daring adalah pembelajaran dengan
menggunakan kelas online contohnya :
1. WAG (whatsapp Grup)
WAG memanfaatkan aplikasi whatsapp (WA) dimana guru menggunakan grup yang sudah di
sepakati dengan siswa untuk melakukan pembelajaran secara online atau daring.
Contoh penggunaan WAG
2. Zoom Meeting
Zoom meeting adalah salah satu aplikasi berbasis internet untuk bertatap muka seperti
melakukan video call tetapi dalam jumlah peserta lebih banyak.
Contoh penggunaan Zoom Meeting.
3. Google Class Room
Google Class Room adalah adalah layanan web gratis, yang dikembangkan oleh Google untuk
sekolah, dan bertujuan untuk menyederhanakan, membuat, mendistribusikan, serta menilai
tugas dengan cara tanpa kertas.
Luring adalah pembelajaran luar jaringan atau pembelajaran tidak menggunakan jaringan
internet, siswa mengambil LKPD (lembar kerja peserta didik) di sekolah dengan terjadwal dan
mengembalikan LKPD ketika akan mengambil LKPD selanjutnya dengan menerapkan protokol
kesehatan.
Tempat pengambilan LKPD dan pengumpulan LKPD