NGGAK CUKUP PRIHATIN

Pemantauan media sosial yang digunakan oleh anak anak dan remaja perlu mendapatkan perhatian. Perlu mendapatkan pendampingan. Pasti kita pernah beberapa kali mendapatkan, menemui unggahan anak anak berupa percakapan, ungkapan, foto video atau konten konten yang tak layak, atau kurang pantas. Pengaduan digital melalui aplikasi media sosial ada, dampaknya konten akan hilang, namun hanya sebagian.Sebagai orang dewasa kita pasti merasa miris, dan prihatin. Namun empati yang demikian, tidaklah menyelesaikan masalah. Perlu tindakan nyata. Melalui POS PENGADUAN berupa kotak aduan, SMS ke nomor tertentu atau menyampaikan langsung kepada orang yang berkompeten agar memberikan pembinaan, misal guru, wali kelas, BK. Barangkali ini yang disebut kontrol sosial dan pendidikan karakter. Pengaduan disertai bukti, berupa foto, alamat atau lainnya sebagai alat pelacakan alamat konten. Selanjutnya pihak berkompeten melakukan pembinaan kepada siswa secara pribadi. Bila kasusnya terlalu besar bisa melibatkan keluarga. Hal ini dirasa dapat membantu pendidikan karakter anak. Juga sebagai perwujudan pendidikan karakter oleh beberapa pihak.