Kegiatan Ektrakurikuler dimasa Pandemi

Jika Kegiatan Ekstrakurikuler juga harus berjalan, maka seperti halnya Pembelajaran yang dilakukan dengan berbagai ketentuan, melaksanakan protokol kesehatan ketat. Maka upaya pertama adalah menemukan formula atau mencari solusi yang tepat, aman dan baik, sembari selalu menyempurnakan sistem dan strategi yang tepat agar semua aman dan lancar.

Membangun komunikasi. Ekstrakurikuler yang beranggotakan peserta didik, sementara peserta didik berangkat ke sekolah dengan sistem ganjil genap, ini menyulitkan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi. Apalagi bila akan merumuskan kegiatan atau mentukan program. Komunikasi yang terhambat menjadi alasan yang tak bisa digugat. Maka mencari solusi adalah langkah bijak mengawali strategi.

Menemukan solusi. Sama halnya dengan kegiatan pembelajaran mengajar solusi PJJ Daring dan Luring, maka Organisasi di sekolah juga dapat memanfaatkan Internet dan jejaring sosial atau media sosial (medsos) dengan berbagai platform yang banyak dimiliki peserta didik, untuk mulai membangun komunikasi.

Paling sederhana dam umum dimiliki peserta didik adalah Watshap, Watshap Grup. Dengan demikian komunikasi akan tersambung kembali antarsiswa, siswa pembina, dan sekolah.

Beberapa kegiatan ringan dapat diwacanakan bersama. Lalu dilaksanakan dengan seksama dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ternyata selalu ada solusi.

Ucapan terima kasih Pembina, dan pengurus.

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Pusat Informasi Konseling (PIK)

Sehat, Palang Merah Remaja (PMR)

Patroli Keamanan Sekolah (PKS)

Mari Kita implementasikan beberapa kebaikan untuk didiseminasikan kepada keluarga sekolah.

Sebarapa capaian proses, seberapa capaian hasil usaha.

Yang pasti kalian telah berbuat baik.

Usaha selalu, bersyukur selalu, perbaiki kemudian, dan ulangi kembali,..

Semangat…