MEMBANGUN EKOSISTEM RUMAH BELAJAR

Beberapa tahun yang lalu kementerian pendidikan dan kebudayaan telah meluncurkan portal rumah belajar. Portal pendidikan dan pembelajaran berbasis virtual. Portal ini memberikan kesempatan guru untuk saling berbagi bahan/media pembelajaran, atau wadah guru untuk melakukan pembelajaran bersama peserta didik. Bahkan beberapa kegiatan lomba terkait pembelajaran diadakan, baik bagi guru maupun peserta didik. Kecuali kegiatan tersebut juga dilakukan pelatihan pembelajaran berbasis TIK atau PembaTIK. Pesertanya adalah guru dan dilakukan dengan secara virtual. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tahap dengan istilah level.

Masa pandemi COVID-19 mengingatkan kita tentang rumah belajar yang telah lama diluncurkan oleh kementrian, disamping juga kementerian merekomendasikan pemanfaatan rumah belajar sebagai solusi pembelajaran jarak jauh, pembelajaran daring diantaranya.

Ibarat dayung bersambut, antara kebutuhan pembelajaran sekolah, dengan ketersediaan rumah belajar, menjadi sebuah solusi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah. Rumah belajar berbasis daring (dalam jaringan) terkoneksi dengan internet dan memerlukan kuota data internet. Semula hal ini menjadi kendala karena kuota internet menjadi kendala bagi pengguna rumah belajar.Kementerian memberi solusi atas keluhan ini dengan memberikan kuota data belajar, baik kepada peserta didik maupun guru yang dapat digunakan untuk mengakses portal rumah belajar.

Pemberian kuota internet diberikan langsung kepada pengguna pada nomor HP peserta didik dan guru yang didaftarkan melalui aplikasi DAPODIK. Perlu segera membangun ekosistem rumah belajar di sekolah. Sekolah melakukan pendaftaran pada Portal rumah belajar, selanjutnya guru melakukan pendaftaran, dan peserta didik juga melakukan pendaftaran serupa pada portal rumah belajar. Untuk memahami penggunaan portal rumah belajar, perlu sosialisasi dan bimbingan teknis dari narasumber yang kompeten dan resmi. Melibatkan pemateri yang berkompeten tentang rumah belajar, serta melibatkan secara langsung penanggung Jawab sekolah dan warga pembelajar dalam pelatihan untuk pemanfaatan portal rumah belajar untuk membangun ekosistem rumah belajar.

“Kegiatan seperti ini sangat penting sekali, karena portal rumah belajar itu merupakan portal yang sangat membantu para pendidik dan peserta didik sekaligus orang tua peserta didik, portal rumah belajar memberikan kemudahan buat belajar, memerdekakan belajar” Ungkap Pak Agung Nugroho, S.Pd Guru SMPN 27 Kabupaten Tebo, Pateri Bintek rumah belajar.

‘Peserta Bintek Rumah Belajar di SMP Negeri 30 Kabupaten Tebo Sangat sangat antusias dalam mengikuti, sehingga saya sebagai pemateri jadi semakin semangat menyampaikan” tambahnya.

“Pemanfaatan portal rumah belajar penting karena dapat menjadi solusi keterbatasan pembelajaran di masa pandemi ini, diantaranya portalnya mudah diakses oleh siapa saja baik guru maupun peserta didik.Layanannya gratis dengan fitur-fitur yang mudah diakses kapan dan dimana saja.Menyediakan bahan pembelajaran yang membantu untuk belajar. Guru dapat membuat media belajar sendiri dan dapat dibagikan pula di portal rumah belajar.” Papar Pak Alfitri Yanto S.Pd Guru SMPN 30 Kabupaten Tebo sebagai Peserta Bimtek Pemanfaatan portal rumah belajar.