KITA HARUS BERKARYA

Karya: Wasit Wicaksono

Era digital, masa globalisasi informasi, teknologi informasi yang semakin canggih sudah di depan kita. Banyak keluhan dari masyarakat, orang tua, pemerhati pendidikan juga guru, tentang dampak negatif terkait hal ini. Masa pandemi COVID-19, menciptakan model baru dalam pembelajaran, diantaranya PJJ-DARING. Masa sebelumnya orang tua bisa menekan permintaan anak untuk menggunakan smartphone atau bahkan memiliki, namun kali ini orang tua meminjamkan bahkan membelikan, tanpa berat hati karena tuntutan keadaan. Dunia dalam genggaman. Itu ungkapan yang telah biasa kita dengar akhir akhir ini kepada siapapun yang memiliki smartphone atau android. Tak kecuali anak anak yang telah menjadi biasa berlama lama menggunakannya, bisa berdalih sedang belajar virtual, sedang diskusi kelompok virtual, sedang mencari informasi untuk tugas sekolah dll dll dll. Orang tua selalu maklum. Proteksi orang tua. Belum banyak orang tua yang dapat dengan efektif memberikan proteksi anaknya terhadap akses yang dikunjungi oleh anaknya. Mungkin beberapa stategi adalah membatasi pembelian kuota internet. Namun saat ini pemerintah memberikan kuota internet gratis. Legalitas memanfaatkan smartphone semakin memberikan kesempatan anak menggunakan media online tak terbendung. Namun proteksi masih minim, sementara kekhawatiran tetap besar. Tak bisa menyalahkan zaman, namun strategi kita yang ditingkatkan. Saat anak anak sibuk mencari konten, kita hanya khawatir, karena beberapa konten yang muncul tak bermanfaat, sementara yang baik dan mendidik jarang ditemukan. Disinilah kesempatan kita mengisi atau mengimbangi konten yang kurang baik itu. Sehingga anak sibuk dan asik dengan konten yang baik yang kita sisipkan diantara konten konten lainnya. (setidaknya mengurangi, andai tak dapat menghilangkan) Rasanya tidak berlebihan jika mengajak guru berkarya versi digital untuk diunggah pada beberapa platform virtual. Dengan demikian, karya karya baik dapat mengimbangi atau bahkan menutupi karya karya yang kurang baik yang tidak kita inginkan. Bapak Ibu Wali Kelas, Bapak Ibu Guru, Tenaga Administrasi Sekolah, Pegawai Instalasi tertentu. Karya kita akan mengisi ruang ruang yang kita inginkan. Semoga dapat memberikan kontribusi baik kepada generasi muda penerus bangsa. Kita berusaha merubahnya dengan berbagai cara. Bahkan andai tak dapat merubahnya, setidaknya kita telah berusaha. Pada saat HUT KE-21 Kabupaten Tebo, dijadikan salah satu momentum untuk pendidikan karakter, pendidikan kebangsaan, tanpa melupakan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Melalui Lomba Cipta Video Pendek Wali Kelas, TAS, Instalasi, dan Guru. Hasil karya yang dibuat dengan melibatkan peserta didik, maka sejak merencanakan, membuat dan hingga diunggah akan menjadi pembelajaran dan pendidikan. Selamat berkarya sahabat semua..

DIRGAHAYU KABUPATEN TEBO.

Selamat HUT Ke-21.

Menuju Tebo Tuntas 2022

Portal instagram: https://instagram.com/smpn30_teboPortal youtube: https://tinyurl.com/smpn30teboPortal website: https://smpn30kabupatentebo.sch.id