PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) SAAT PANDEMI

Adina Suryadi R, S.Pd,

Pada masa pandemi yang melanda dunia saat ini banyak menghambat kegiatan dan aktivitas masyarakat dalam segala bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pembelajaran yang dilaksanakan dalam tiap tempat berbeda-beda, seperti di kabupaten Tebo yang menggunakan sistem pembelajaran tatap muka dengan ganjil genap. Akan tetapi di masa sekarang ini pembelajaran tatap muka yang biasa dilaksanakan dengan system ganjil genap untuk sementara dihentikan. Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu siswa Belajar Dari Rumah (BDR) dan melayani dari sekolah.


Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sekarang menjadi pilihan utama karena adanya pandemi ini. Pembelajaran jarak jauh adalah suatu pendekatan pembelajaran yang pada pelaksanannya tidak bertatap muka langsung di kelas. E-learning bisa digunakan dalam kondisi seperti ini, karena berbasis internet yang berarti tidak perlu datang ke kelas.

Pembelajaran jarak jauh yang digunakan di SMPN 30 dilakukan dengan dua pola, yaitu:

1. Secara daring (dalam jaringan) yaitu berbasis internet (WAG, google meeting, zoom meeting, dll) Untuk mendapatkan layanan ini orang tua dapat menghubungi wali kelas dan atau guru mata pelajaran masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih rinci. atau sebaliknya pihak sekolah akan menghubungi melalui nomor HP yang telah di berikan kepada wali kelas.

2. Secara luring (Luar jaringan) yaitu bahan ajar, lembar kerja peserta didik dan latihan diambil dan diantar langsung ke sekolah secara periodik oleh siswa atau keluarga, (bergilir, terjadwal, patuhi protokol kesehatan) Informasi ini juga diumumkan kepada peserta didik di ruang kelas belajar, untuk memberikan informasi kepada peserta didik yang tidak memiliki akses media sosial atau internet. Peserta didik juga diharapkan membantu memberikan informasi yang benar dan akurat kepada rekan siswa yang belum mendapatkan informasi. Bila dikemudian hari Dinas Pendidikan mengeluarkan perintah pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka kembali, maka akan di informasikankemudian. Pihak sekolah sedang merekap data siswa terhadap jenis pelayanan juga strategi pelayanan baik PJJ Daring maupun PJJ luring. Kami berupaya sekuat tenaga untuk dapat
melayaninya, meski berbagai kendala. Kemudian senantiasa terus berusaha membantu pembelajaran melalui berbagai cara dan berbagai media.


Dalam segi pembelajaran, materi yang digunakan pada saat face to face dengan materi waktu PJJ itu sama. Tapi dalam masa pandemi seperti ini dan PJJ, masih ada beberapa peserta didik yang kurang keterampilannya dalam menggunakan teknologi, karena tidak semua peserta didik itu dari orang yang sudah terbiasa sejak dini. Ada juga yang dari desa yang belum mengenal jauh lebih dalam soal internet. Pembelajaran jarak jauh berbasis internet tidak terlepas dari kekurangan dan kendala, diantaranya: Listrik bisa padam ketika sedang menakses program pembelajaran Jaringan internet yang buruk Peserta didik yang sulit belajar dengan cara ini Ketidaktahuan Ilmu pengetahuan teknologi Situasi ini sangat tidak menguntungkan untuk semua pihak, dari sudut pandang pihak sekolah, ini membuat pengajar harus lebih paham tentang internet dan teknologi.
Guru juga harus bisa membaca situasi dan memaklumi keadaan Peserta didik. Dari peserta didik juga harus sebanding dengan apa yang telah diberikan oleh pihak sekolah, karena tidak mudah untuk mengajar jarak jauh seperti ini. Peserta didik juga harus memberikan konfirmasi tentang keadaan keluarga, ekonomi, serta keadaan internet, ini sangat penting
karena agar guru bisa memberikan keringanan atau tugas pengganti.